Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Presisi PPK 2.4 PJN II Sumbar Tuntaskan Jembatan Gantung Limau Gadang, Akses Warga Pesisir Selatan Semakin Lancar

Agustus 12, 2026 | Agustus 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T03:35:01Z
Pessel-Sumbar, jejenews.com
Bentang sungai Batang Lumpo di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, kini tak lagi menjadi penghalang bagi warga. 

Bentangan benteng baja yang kokoh dan estetis di atas aliran sungai tersebut resmi menandai tuntasnya pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang.

Infrastruktur strategis ini berhasil diselesaikan dengan hasil presisi dan mutu tinggi di bawah pengawalan ketat Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Kementerian Pekerjaan Umum.

Direkayasa khusus untuk memulihkan konektivitas antar jorong yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang, kehadiran jembatan ini tak sekadar menjadi struktur fisik. Lebih dari itu, jembatan ini hadir sebagai simbol kebangkitan ekonomi, sosial, dan denyut nadi pendidikan anak-anak nagari.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., menyampaikan penyelesaian fisik infrastruktur ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat menghadirkan negara hingga ke pelosok nagari.

"Selesainya pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang ini diharapkan mampu memberikan dampak multiplier yang nyata bagi warga sekitar. Peningkatan mobilitas ini secara otomatis akan mempercepat pergerakan barang dan jasa, memperkuat interaksi sosial-budaya, serta menggairahkan perekonomian lokal," ujar Gina.

Secara khusus, Gina menekankan jembatan ini dipersembahkan bagi masa depan penerus bangsa. Anak-anak sekolah yang setiap hari menuntut ilmu kini tidak perlu lagi melintasi jalur alternatif yang membahayakan.

Lebih lanjut, Gina menjelaskan tahapan tata kelola aset pasca-konstruksi. 
"Saat ini seluruh aspek teknis dan kelengkapan berkas administrasi sedang difinalisasi. Setelah semua proses administrasi selesai secara akuntabel, jembatan ini nantinya akan diserahterimakan operasionalnya kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan," tambahnya.

Dari segi kelayakan, Jembatan Gantung Limau Gadang didesain sebagai jembatan non-standar untuk pejalan kaki dan kendaraan ringan dengan kapasitas beban terstruktur. 

Demi menjaga usia pakai jembatan agar tetap optimal dan aman dalam jangka panjang, masyarakat diimbau turut serta merawat aset bersama ini. 

"Kami mengimbau dan sangat berharap warga bersama-sama menjaga keutuhan struktur jembatan ini. Mohon dipatuhi agar kendaraan yang melintas tidak melebihi ambang batas tonase yang dipersyaratkan, yakni maksimal 1,5 Ton," pesan Gina tegas.

Senyum lega dan kebahagiaan terpancar dari warga Nagari Limau Gadang Lumpo. Manfaat jembatan langsung dirasakan sejak hari pertama digunakan.

Rusli (52), tokoh masyarakat setempat, tidak menyembunyikan rasa haru dan syukurnya.
"Dulu kalau sungai meluap atau setelah banjir, kami dan anak-anak sekolah harus berputar jauh dengan akses jalan yang licin dan berisiko. Hasil ladang pun sulit dibawa ke pasar. Sekarang, Alhamdulillah, jembatannya sangat kokoh, megah, dan sangat nyaman dilalui. Anak-anak kami bisa pergi sekolah dengan tenang dan aman."

"Kami mewakili seluruh warga Nagari Limau Gadang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian PU, BPJN Sumbar, khususnya Ibu PPK 2.4 dan Tim PJN II Sumbar. Terima kasih telah membangun jembatan sebagus ini untuk kampung kami. Janji kami, kami akan jaga dan rawat jembatan ini bersama-sama," tutur Pak Rusli penuh apresiasi.
×
Berita Terbaru Update