Sumbar, jejenews.com
Hawa dingin khas perbukitan Gunung Talang menyambut geliat arus transportasi yang menghubungkan Padang, Solok, hingga Sawahlunto. Di jalur arteri yang menjadi urat nadi pergerakan ekonomi ini, lalu lalang kendaraan niaga dan pengendara antar-wilayah tak pernah benar-benar henti berlalu.
Memahami vitalnya ruas tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, terus bergerak memastikan konektivitas antar-daerah tetap kokoh dan mantap.
Langkah konkret itu kini mewujud di Jalan Raya Padang-Solok, tepatnya di kawasan Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Lintasan sepanjang 675 meter kini diselimuti perkerasan beton semen setebal 30 sentimeter dengan spesifikasi mutu FS 45 MPa.
Pilihan teknis yang tangguh ini dirancang presisi untuk menopang tonase kendaraan berat, memperpanjang umur pakai jalan, serta menghadirkan rasa aman bagi siapa saja yang melintasinya.
Meski pengerjaan perkerasan ini menuntut skema lalu lintas buka-tutup satu lajur, denyut mobilitas warga dan distribusi logistik antar-kabupaten tetap terjaga dengan ritme yang teratur dan aman di bawah pengawasan ketat para petugas lapangan. Mobilitas tetap lancar saat pengerjaan.
Pekerjaan ini memiliki dampak langsung ke masyarakat. Hal positif dari perbaikan kualitas infrastruktur ini pun dirasakan langsung oleh masyarakat tempatan dan para pengguna jalan yang menggantungkan pencaharian mereka di lintasan tersebut.
Dengan penguatan struktur jalan ini, BPJN Sumbar berharap ruas Padang-Solok-Sawahlunto dapat terus berfungsi optimal sebagai penopang arus ekonomi dan mobilitas masyarakat Sumatera Barat.(Jhoni)