Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

HUT ke-81 TNI di PBD: Teguhkan Profesionalisme dan Kemanunggalan Bersama Rakyat Terus di Perkuat

Oktober 05, 2026 | Oktober 05, 2026 WIB Last Updated 2026-10-05T06:55:33Z


Papua Barat Daya, jejenews.com
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Provinsi Papua Barat Daya berlangsung di Lapangan Mandala, Markas Komando Armada (Mako Koarmada) III, Jalan Yos Sudarso Katapop, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Senin (5/10/2026).

Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.20 WIT tersebut menjadi momentum bagi jajaran TNI di Papua Barat Daya untuk kembali meneguhkan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman S.N. bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Letkol Inf Muhammad Junaidi, S.S.T.Han., S.I.P., M.P., yang sehari-hari menjabat sebagai Danyonif TP 863/BB.

Upacara diikuti oleh berbagai unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi pemerintah, hingga komponen masyarakat. Kehadiran jajaran pimpinan daerah dan unsur keamanan di wilayah Papua Barat Daya turut memperlihatkan keterlibatan lintas lembaga dalam momentum peringatan HUT TNI tersebut.

Sejumlah pejabat TNI dan Polri hadir dalam kegiatan, di antaranya Dankodaeral XIV Laksda TNI Djatmoko, Danpasmar 3 Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M., Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., Kas Koarmada III Laksma TNI Anung Sutanto, serta sejumlah pejabat utama Koarmada III, Kodaeral XIV, Pasmar 3 dan Polda Papua Barat Daya.

Dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hadir Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Ketua DPRP Papua Barat Daya Ortis F. Sagrim, Wali Kota Sorong Septianus Lobat, Bupati Maybrat Karel Murafer, Wakil Bupati Sorong H. Sutedjo, Ketua MRP Papua Barat Daya Alfons Kambu, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian upacara berlangsung dalam suasana khidmat. Setelah pasukan memasuki lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan pengibaran dan penghormatan terhadap lambang-lambang satuan, mengheningkan cipta, pengucapan Sapta Marga, hingga penganugerahan tanda kehormatan berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menekankan bahwa perjalanan 81 tahun TNI merupakan bagian dari sejarah panjang pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, kekuatan pertahanan tidak hanya bertumpu pada kemampuan persenjataan dan teknologi militer, tetapi juga pada kedekatan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Memasuki usia ke-81, prajurit TNI diingatkan untuk menghadapi perkembangan lingkungan strategis dan tantangan geopolitik dengan kemampuan yang semakin profesional dan adaptif. Budaya pengabdian TNI PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif, ditekankan sebagai landasan dalam menjalankan tugas.

Lima penekanan utama juga disampaikan kepada seluruh prajurit. Pertama, meningkatkan profesionalisme melalui penguasaan tugas, latihan yang realistis serta kepatuhan terhadap hukum dan integritas keprajuritan.

Kedua, meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi pertahanan dan menguasai alat utama sistem persenjataan yang semakin modern. Ketiga, memperkuat sinergi dengan masyarakat, termasuk melalui keterlibatan TNI dalam membantu penanggulangan bencana dan mendukung pembangunan bersama pemerintah daerah.

Selanjutnya, prajurit dituntut mampu beradaptasi terhadap berbagai bentuk ancaman yang berkembang dengan menjadikan pengalaman penugasan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan inovasi. Penekanan terakhir adalah menjaga netralitas dan soliditas dengan tetap berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi pelaksanaan tugas TNI di wilayah Papua Barat Daya yang membutuhkan koordinasi erat antara unsur pertahanan, keamanan, pemerintah daerah dan masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung berbagai agenda pembangunan.

Kemegahan upacara juga ditampilkan melalui kehadiran berbagai unsur pasukan dan material TNI. Barisan upacara melibatkan personel gabungan TNI, Kodaeral XIV, Koarmada III, Pasmar 3, satuan tempur, unsur Brimob dan Polairud, Basarnas, Dishub, PNS Kemhan, Satpol PP, Taruna PIP Sorong serta Pramuka.

Sejumlah kendaraan dan material pertahanan turut ditampilkan dalam rangkaian kegiatan, termasuk kendaraan tempur dan artileri dari unsur Pasmar 3 serta kendaraan dan peralatan khusus milik satuan TNI Angkatan Laut. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan sekaligus memperlihatkan kesiapan unsur satuan yang berada di wilayah Papua Barat Daya.

Usai upacara pokok, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi bela diri militer dan defile pasukan. Rangkaian tersebut menjadi penutup peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Mandala Mako Koarmada III.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga seluruh rangkaian selesai. Tidak terdapat gangguan menonjol yang menghambat jalannya upacara maupun kegiatan lanjutan.

Momentum HUT ke-81 TNI di Papua Barat Daya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah serta masyarakat.

Dengan semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat”, peringatan tahun ini menegaskan kembali pentingnya kehadiran prajurit di tengah masyarakat, menjaga profesionalisme, mempertahankan netralitas, serta membangun sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah.

Di usia ke-81, TNI diharapkan terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengabdian yang profesional, responsif dan adaptif, sekaligus menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
×
Berita Terbaru Update