Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Miris Beruntun di Mentawai : Setelah Pelajar SMP Renangi Sungai di Siberut Barat Daya, Kini 37 Siswa SMAN 1 PUS Terbalik di Selat Sikakap

Oktober 13, 2026 | Oktober 13, 2026 WIB Last Updated 2026-10-13T13:12:47Z
Kepulauan Mentawai, jejenews.com
Potret miris dunia pendidikan di Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali terjadi. Baru saja publik digemparkan dengan berita viral pelajar SMP di Siberut Barat Daya yang harus berenang menyeberangi derasnya arus sungai demi mengejar pendidikan dengan jeritan "Pak Bupati Kasih Kami Jembatan", kini kisah serupa kembali terulang di jalur laut.

Longboat rombongan pelajar SMAN 1 Pagai Utara Selatan (PUS) terbalik di perairan Selat Sikakap, Selasa (13/10) sore.

Longboat tersebut mengangkut pelajar dari Dusun Berkat Baru, Pulau Pagai Selatan menuju Dusun Sikakap Tengah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.16 WIB itu membawa 37 orang penumpang yang sebagian besarnya merupakan siswa SMAN 1 Pagai Utara Selatan.

Menurut informasi sementara dari masyarakat Sikakap, penyebab terbaliknya longboat diduga karena kelebihan muatan disertai kondisi angin kencang di perairan Selat Sikakap. Akibatnya, salah satu cadik atau kayu penyeimbang yang dipasang di kanan-kiri perahu untuk menjaga keseimbangan patah, sehingga perahu kehilangan kendali dan terbalik.

Saat kejadian, seluruh penumpang dilaporkan bertahan di atas longboat yang terbalik sambil menunggu pertolongan di tengah laut.

Beruntung, warga yang mendapatkan informasi bergerak cepat. Beberapa masyarakat langsung mendatangi lokasi kejadian dengan menggunakan beberapa longboat lainnya untuk melakukan upaya penyelamatan. Upaya pertolongan akhirnya berhasil dan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa adanya korban jiwa.

Dua kejadian beruntun ini menjadi tamparan keras bagi pemerataan pembangunan di Mentawai. Jika di Siberut Barat Daya anak-anak harus melawan arus sungai, di Pagai Selatan anak-anak harus melawan ganasnya ombak selat hanya untuk bisa bersekolah.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik dari pihak sekolah, pemerintah setempat, maupun aparat keamanan laut mengenai kronologi lengkap dan langkah penanganan selanjutnya.

Apakah harus menunggu korban jiwa dulu baru ada jembatan dan transportasi sekolah yang layak di Mentawai ?
×
Berita Terbaru Update