Sumbar, jejenews.com
Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat bergerak cepat menangani dampak kekeringan akibat fenomena El Nino yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar.
Kegiatan penanganan difokuskan pada penyediaan air bersih darurat, perbaikan infrastruktur sumber air, dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terdampak.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Ir. Maria Doeni Isa, S.T., M.M. menyampaikan, pihaknya telah menyiagakan armada tangki air bersih untuk didistribusikan ke daerah-daerah yang mengalami krisis air akibat musim kemarau panjang.
“Fenomena El Nino menyebabkan debit air di beberapa sumber menurun drastis. Kami menurunkan tim dan armada untuk memastikan kebutuhan dasar air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Maria Doeni.
Ia mengatakan, distribusi air bersih diprioritaskan ke wilayah rawan kekeringan, seperti sekolah, puskesmas, tempat ibadah, dan permukiman padat penduduk yang kesulitan akses air.
Lebih lanjut, selain suplai air, BPBPK Sumbar juga melakukan penanganan teknis berupa perbaikan sumur bor, embung, dan jaringan perpipaan air bersih yang rusak.
Tim teknis diterjunkan untuk mengecek kondisi infrastruktur eksisting agar dapat segera difungsikan kembali. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas PUPR kabupaten/kota agar penanganan tidak tumpang tindih.
BPBPK Sumbar bersama BPBD, Dinas Sosial, dan pemerintah nagari terus memantau perkembangan di lapangan. Data daerah terdampak diperbarui setiap minggu untuk menentukan prioritas penyaluran bantuan.
“Kami tidak bekerja sendiri. Semua bergerak bersama agar penanganan kekeringan El Nino ini efektif dan tepat sasaran,” imbuhnya menambahkan keterangannya.
Masyarakat diimbau untuk tetap menghemat penggunaan air dan memanfaatkan sumber air alternatif secara bijak. BPBPK Sumbar juga membuka posko pengaduan bagi warga yang mengalami kesulitan air bersih.
Dengan langkah cepat ini, BPBPK Sumbar berharap dampak El Nino dapat diminimalisir dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.(Jhoni)