Pasaman Barat, jejenews.com
Upaya preventif guna melindungi generasi muda dari ancaman penyakit akibat penurunan kualitas udara terus digencarkan oleh Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat. Bertempat di SMA Negeri 1 Pasaman, jajaran Kepolisian membagikan ratusan masker medis secara gratis kepada para pelajar, guru, dan warga sekolah pada Senin (19/10/2026) pagi.
Aksi tanggap kesehatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dilaksanakan usai upacara bendera mingguan. Bertindak selaku Pembina Upacara, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan pembekalan dan edukasi langsung mengenai bahaya paparan asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Bupati Pasaman Barat H. Yulianto beserta jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini mempertegas komitmen dan sinergitas antara institusi Kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam melindungi masyarakat dari risiko pencemaran udara.
AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa aksi pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para pelajar yang beraktivitas di ruang terbuka.
Penggunaan masker dinilai sebagai langkah perlindungan diri paling krusial guna menekan paparan partikel mikroskopis dari asap yang berpotensi memicu timbulnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan para pelajar agar selalu waspada terhadap dampak kabut asap dan memahami pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri. Pembagian masker ini menjadi pengingat konkret agar seluruh lapisan masyarakat, khususnya para siswa, lebih peka terhadap kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat asap karhutla,” tegas Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres mengimbau seluruh lapisan masyarakat Pasaman Barat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila konsentrasi asap memburuk. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker pelindung diri adalah hal mutlak yang tidak boleh diabaikan.
Aksi sosial ini tidak hanya menyasar para siswa. Guna memastikan perlindungan menyeluruh di lingkungan sekolah, pembagian masker turut menjangkau majelis guru, tenaga kependidikan, pengelola kantin, petugas kebersihan, hingga penjaga sekolah.
Kapolres juga berpesan kepada para pelajar dan jajaran pendidik untuk tidak menunda dalam mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti sesak napas atau batuk berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergitas antara jajaran Polres Pasaman Barat dan Pemerintah Daerah dalam menaruh perhatian ekstra terhadap kesehatan masyarakat, utamanya para pelajar di Kabupaten Pasaman Barat,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi intensif dan aksi pembagian masker ini, Polres Pasaman Barat berharap tingkat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap semakin meningkat, sehingga angka kesakitan akibat ISPA di wilayah hukum Pasaman Barat dapat ditekan secara optimal.