Pesisir Selatan, Sumbar - jejenews.com
Aktivitas penanganan tanah longsor yang dilaksanakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (di bawah Satker PJN Wilayah II yang dipimpin oleh PPK Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T.) baru-baru ini difokuskan pada penanganan darurat di ruas jalan nasional Tapan – Batas Jambi (Kabupaten Pesisir Selatan) yang terdampak longsor akibat curah hujan tinggi.
Detail kegiatan dan dokumentasi utama terdapat pada ruas jalan nasional Tapan – Batas Jambi (termasuk titik di Nagari Jangki Ayam, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, KM 228+100, hingga KM 228+400). Tim Satgas dan Swakelola PPK 2.4 BPJN Sumbar menerjunkan belasan unit alat berat (seperti ekskavator, wheel loader, dan dump truck) untuk membersihkan material longsoran tanah serta bongkahan batu besar. Untuk saat ini penerapan sistem buka-tutup jalur serta pemulihan konektivitas secara bertahap.
PPK 2.4 BPJN Sumbar, Gina Lamria Indiarty dengan gigih atasi penanggulangan bencana longsor dampak dari cuaca ekstrem yang menghantam Pesisir Selatan. PPK 2.4 BPJN Sumbar fokus pulihkan Jalur Tapan - Batas Jambi. Menteri PU tinjau langsung lokasi bencana untuk percepat pemulihan.
Penanganan bencana longsor oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) / Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) saat ini sedang berfokus pada beberapa wilayah krusial, utamanya di Sumatera Barat dan Aceh.
Di Sumatera Barat, fokus utama berada di Jalur Tapan – Batas Jambi yang menjadi kewenangan BPJN Sumatera Barat.
PPK 2.4 BPJN Sumbar yang dipimpin oleh Gina Lamria Indiarty tengah melakukan penanganan intensif terhadap dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Pesisir Selatan.
Tercatat kerusakan cukup parah terjadi di 12 titik longsor serta jalan amblas sepanjang kurang lebih 250 meter. Tim berhasil membuka akses jalan secara bertahap dan terukur untuk memulihkan lalu lintas agar kembali dapat dilalui masyarakat.
Untuk penanganan permanen, Tim BPJN Sumbar menyiapkan pembangunan dinding penahan tanah (DPT) sepanjang 250 meter untuk mengamankan badan jalan yang amblas.
Pada Oktober 2026, lokasi bencana ini juga ditinjau langsung oleh Menteri PU demi mempercepat pemulihan infrastruktur dan memastikan konektivitas antarprovinsi Sumatera Barat - Jambi tetap terjaga.(Diaz)